Rabu, 30 November 2016

Untukmu yang telah hilang


 










Untukmu yang  telah hilang

Jika warna malam telah berubah,
Apakah warna yang lain ikut merubahmu menjadi lain?
Jika warna siang telah berubah,
Apakah warna itu akan turut merubahmu menjadi lain?

Sabtu, 19 November 2016

Kapitalisasi Pendidikan



Dengan adanya ideologi kapitalisme sistem pendidikan telah dibentuk seperti  sistem pasar, dimana penawaran (supply) dan permintaan (demand) bertemu dan bertransaksi. Pendidikan menjadi barang dagang yang dibutuhkan (need) dan dengan posisi tersebut harga menjadi tandingan dari sebuah kebutuhan. Penyedia pendidikan dengan jaminan pemenuhan kebutuhan dapat menentukan harga yang dianggap berimbang dengan jaminan tersebut.

Rabu, 16 November 2016

Mahasiswa dan Tanggungjawab Sosial



Mengawali tulisan ini, saya ingin mengatakan: “bukanlah seorang pemuda yang berkata bahwa inilah bapakku, akan tetapi pemuda itu adalah yang berani berkata inilah aku” (sabda rasul). 

Tidak diragukan lagi bahwa pemuda memiliki peran sentral dalam gerak kemajuan  suatu bangsa. Sudah sejak dahulu hingga sekarang pemuda menjadi pilar kebangkitan, dan pemuda merupakan rahasia kekuatan kekuatanya. Seperti pernyataan yang telah diucapkan oleh Presiden RI pertama IR. Soekarno sebagai tokoh nasionalis yang menyatakan bahwa “berikan kepadaku seratus orang tua akan kugoncangkan Indonesia, dan berikan kepadaku sepuluh pemuda saja akan kugoncangkan dunia”. Menjadi pembenaran urgensitas peran pemuda dalam sebuah kebangkitan.  Pernyataan tersebut memberikan pemahaman dan keyakinan bahwa pada hakikatnya masa depan suatu bangsa terletak pada tangan pemudanya.

Senin, 14 November 2016

Sengketa Agraria di Indonesia Dari Masa ke Masa

 








  
Perjalanan sejarah agraria di Indonesia dari waktu ke waktu selalu diwarnai dengan sengketa agraria. Berbagai macam kebijakan pertanahan yang dikeluarkan oleh negara dan implementasinya, baik masa feodal, kolonial, maupun era kemerdekaan, seringkali menimbulkan perlawanan rakyat yang menuntut keadilan. Perlawanan tersebut dilakukan dalam berbagai cara, bahkan tidak jarang perlawanan juga dilakukan dalam bentuk kekerasan. Perlawanan atau resistensi ini dapat berwujud menjadi gerakan atau pemberontakan bila bertemu dengan kondisi-kondisi pelengkapnya.